Jumat, 22 Oktober 2010

Ondel - Ondel


Ondel-ondel adalah seni pertunjukan rakyat yang sudah ada sejak berabad-abad di jakarta. Ondel-ondel merupakan seni teater tanpa tutur kata, karena pada awalnya ondel-ondel adalah gambaran nenek moyang yang selalu menjaga dan mengawasi daerah kampung dan seisinya.

Ondel-ondel berbentuk boneka besar yang terdiri rangka anyaman bambu dan rambutnya terbuat dari ijuk. Tingginya kurang lebih 2-3 meter, dengan diameter kurang dari 100 cm. Ini dimaksudkan agar pemikulnya dapat bergerak leluasa didalamnya. Dengan wajah seperti topeng (kedok dalam istilah Betawi) dan mata yang melotot.


Ondel-ondel laki-laki mukanya bercat merah, sedangkan yang perempuan mukanya bercat putih. Biasanya saat iring-iringan hanya ada sepasang ondel-ondel, tetapi tergantung yang punya acara mau berapa pasang. Ondel-ondel biasa dipakai untuk arakan pengantin sunat dan acara besar lainnya.

Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tentu. Ada yang mengiringi dengan musik Tanjidor, ada yang mngiringi dengan musik Gendang Pencak Betawi, dan ada pula yang menggunakan Bende, Kemes, Ningnong dan Rebana Ketimpring.

Label: , ,

Peneliti Yang Sombong

Pada suatu hari, ada seorang peneliti yang sedang duduk di taman. Disampingnya duduk seorang penjual jasa semir sepatu. Tukang semir itu menawarkan untuk menyemir sepatu peneliti itu, tetapi peneliti tersebut berkata "sepatu saya ini mahal, kalau anda yang menyemirnya nanti akan rusak".
Lalu tukang semir itu berkata "maaf tuan, ini sekedar memberi rizki kepada saya".Lalu peneliti itu berkata"baiklah kita main tebak-tebakan, kamu saya akan beri uang 100.000 jika kamu menang, tetapi jika kamu kalah cukup memberi saya 1000". Akhirnya tukang semir itu langsung bersemangat mendengar itu.

Peneliti itu memberikan pertanyaannya " Berapah diameter bumi?". Si tukang semir pun tidak bisa menjawab, dengan wajah sedih dia menyerahkan uang 1000 kepada peneliti itu. Peneliti itu sambil tertawa lalu berkata " Ayo, sekarang giliranmu untuk memberikan pertanyaan". Tukang semir itu bertanya " Ikan apa yang bisa berlari menggunakan kaki?". Peneliti itu pun mulai berpikir keras.

Peneliti itu lalu membuka laptopnya untuk mencari informasi di internet, bahkan dia sampai menghubungi temannya yang ahli perikanan. Tetapi tetap saja tidak dapat menemukan jawabannya. Peneliti itu pun menyerahkan uang 100.000 kepada tukang semir.

Peneliti itu lalu geram dan penasaran dan berkata " Sebenarnya ikan apa sih?". Tukang semir itu pun tersenyum dan memberikan uang 1000 kepada peneliti itu. Peneliti itu semakin heran, lalu tukang semir berkata " maaf, saya juga tidak tahu".

:)Jangan sombong terhadap keadaan dan ilmu yang kita miliki, karena setiap manusia pasti memiliki kelebihan masing-masing.

Senin, 11 Oktober 2010

Khayalan Artificial Inteligen

Teknologi semakin maju dengan pesat. Karena kebutuhan manusia akan kemudahan dan kepraktisan, membuat teknologi semakin berkembang. Sudah bukan kendala lagi jika ingin berkomunikasi kerabat jauh dengan tatap wajah, karena sekarang sudah ada video call. Bahkan, sekarang sudah banyak yang membuat aneka macam robot yang memiliki daya nalar manusia yang biasa disebut Artificial Inteligent.
Jika saya berkesempatan untuk membuat sesuatu yang hebat, maka saya akan membuat rumah berteknologi robot. Rumah itu saya sebut Calmo. Rumah yang dapat begerak, berpikir, bahkan melindungi sang pemilik rumah. Kalau ini bisa diciptakan maka maling rumahan pensiun. Kalau rumah kotor atau ada pekerjaan rumah seperti cuci piring, maka rumah akan mengeluarkan robot-robot kecil yang bertugas menyelesaikan pekerjaan rumah yang melelahkan tersebut. dan robot-robot kecil disebut Mikeep.
Saya juga ingin menciptakan sebuah robot melayang di udara yang selalu menemani jika kita butuhkan. Robot itu berfungsi sebagai manajer,pelindung pribadi,bisa juga menjadi teman. Robot itu saya sebut Bion Khayalan saya setiap orang di bumi ini yang berumur 18+ memiliki Bion, karena bisa juga sebagai inisial orang tersebut. Beda manusia, beda pula robotnya baik warna ataupun bentuk.

Created by my own, Deny Riyadi